Showing posts with label Omega 3. Show all posts
Showing posts with label Omega 3. Show all posts

Saturday, December 15, 2007

Omega 3 Fish Oil for Liver Disease

Omega 3 Fish Oil for Liver Disease

Studies have shown that people with liver disease tend to have low concentrations of long chain Omega 3 polyunsaturated fatty acids in their liver cells. For example, an increase in fat droplet size in the liver cells has been associated with a reduction in the Omega 3 fatty acid Eicosapentaenoic acid or EPA. Why this is the case is currently unclear but the role of fish oil as a possible treatment and perhaps preventative measure for liver disease remains an area of investigation.

Can Omega 3 inhibit liver cancer cells?

Two recent studies by the University of Pittsburgh and presented at the annual meeting of the American Association for Cancer Research in Washington DC, (April 2006) indicate that Omega 3 fatty acids appear to slow down the growth of liver cancer cells and reduce levels of beta-catenin. Elevated levels of beta-catenin have been associated with the development of a variety of tumours.

One of the studies investigated hepatocellular cancer, the most common type of liver cancer, the other investigated cholangiocarcinoma a form of cancer arising in the part of the liver that carries bile. Both studies involved treating the cancer cells with either Omega 3 (EPA and DHA) or Omega 6 fatty acid (AA) for a period of 12 to 48 hours.

The findings of both these studies were that Omega 3 treatment inhibited cell growth and that it was dose-dependent whereas the Omega 6 had no effect. Dr Tong Wu and colleagues thought that the Omega 3 effect was most likely due to the introduction of apoptosis or programmed death of the cells.

Omega 3 and Fatty Liver

A fatty liver is one where more than 10% of the liver is composed of fat. This build up of fat can occur for a number of reasons including alcohol abuse, obesity, hyperlipidemia (too much cholesterol and triglycerides in the blood), diabetes, and poisoning. The two major types of fatty liver can be divided into alcoholic and non-alcoholic types but both are precursors of serious liver disease including hepatitis and cirrhosis.

The simplest form of fatty liver is known as steatosis and is a result of an accumulation of fat in the liver but doesn't appear to cause liver damage. However, steatohepatitis is a more serious form of fatty liver and is associated with inflammation and liver damage possibly leading to permanent scarring and cancer. Why a liver becomes fatty in the first place is not well understood but is thought to be linked to a number of factors including increased absorption of fat from the intestines and a decreased ability to remove the fat from the liver. Those most at risk of non-alcoholic fatty liver disease are people who are overweight, those with diabetes and those who have high cholesterol and triglyceride levels.

It is already known that long chain polyunsaturated fatty acids found in fish oil have anti-inflammatory properties and can lower LDL (low-density lipoprotein) cholesterol and lower triglycerides, and that they have a blood-thinning effect. Studies also indicate that they can reduce the fatty droplet deposits to the liver as well as improve insulin resistance and general liver function.

A long term pilot study conducted by researchers Capanni and colleagues at the Department of Clinical Pathophysiology in Florence, Italy suggests that long chain polyunsaturated Omega 3 fatty acids could have a role in improving non-alcoholic fatty liver disease. 42 patients with non-alcoholic fatty liver disease were given Omega 3 for a year, 14 participants acted as the controls. Those on Omega 3 had decreased levels of aspartate transaminase (AST) and alanine transaminase (ALT) as well as lower levels of gamma-glutamyl transpeptidase and fasting glucose when compared with controls. High levels of AST are an indication of liver disease. The ratio of Omega 6 to Omega 3 was also reduced and an ultrasound scan showed improvements to the liver.

Research

One interesting area of research is developing involving Omega 3 fatty acids and parenteral nutrition. This is where patients who cannot eat normally are fed intravenously and it is known that prolonged feeding in this way can lead to serious liver damage, particularly in babies and small children. Researchers at the Childrens Hospital in Boston and published in the July 2006 issue of Paediatrics, discovered that if the type of intra-venous fluid is changed from the usual Omega 6 base to Omega 3, the liver doesn't appear to get damaged.

Conclusion

The early indications are that fish oil supplementation has the potential to offer therapeutic benefits as well as preventative measures for liver disease and although more research is required the future does look promising. In the meantime fish oil supplementation can offer a number of positive health benefits but it is important when choosing a supplement not to opt for cod liver oil due to its vitamin A content, which can put extra pressure on the liver. It is also advisable not to take one of the standard grade fish oils as the quantity of Omega 3 fatty acids they contain can vary and they can also contain impurities. Fish oil that is highly concentrated and of a pharmaceutical grade is the best way to ensure you get the maximum health benefits from a fish oil.

Read more!

Wednesday, November 28, 2007

Omega – 3 (DHA + EPA)


Omega – 3 (DHA + EPA) :

Diambil dari ekstrak minyak ikan Salmon yang hidup diperairan laut dalam Norwegia yang mengandung Omega – 3 (DHA + EPA) berkadar tinggi (500 mg). Omega – 3 adalah asam lemak tak jenuh esensial yang dibutuhkan setiap tubuh manusia dan hanya didapat dari konsumsi beberapa jenis sayur – sayuran dan ikan, ikan laut maupun ikan air tawar. Ikan adalah sumber makanan yang paling tinggi kandungan omega – 3 nya. Sangat baik untuk nutrisi otak dan mata karena 20% Otak manusia mengandung DHA dan 50% pada mata. Setiap hari tubuh manusia minimal membutuhkan 650 mg Omega – 3 (dewasa) dan 350 mg (anak – anak)Manfaat Omega – 3 terhadap berbagai penyakit :

1.Membersihkan penyumbatan pembuluh darah, Menormalkan tekanan darah, Kolesterol, Trigliserida, Hipertensi (Tekanan Darah Tinggi), Jantung Koroner, Penyumbatan Pembuluh Darah Otak. Stroke, Kesemutan, Kejang, Keram, Asam Urat, Rematik, Prostat, Pankreas, Kanker Payudara, Kanker Usus Besar, Kanker Rahim, Migrain, Telinga Berdengung, Gangguan Penglihatan, Katarak, Diabetes, Gangguan Syaraf, Parkinson, Epilepsi, Autis, Asma, Batu Ginjal, Lemak Hati, Tumor Lemak, impotensi.

2.Penyakit Kulit :
Jerawat, Dermatitis, Kurap, Lupusl Varises.

3.Peradangan yang disebabkan oleh virus dan bakteri : Radang Lambung, Radang Hidung, Radang Tenggorokan, Sinusitis, Sembelit, Radang Hati, Tadang Ginjal, infeksi saluran kemih.

4.Meningkatkan daya ingat, mencegah kepikunan, meningkatkan kecerdasan, memperlancar sel otak, mencegah penyusutan otak, meningkatkan kemampuan berpikir, mengurangi stes dan depresi. Ibu hamil dan menyusui sangat dianjurkan konsumsi omega – 3 untuk perkembangan otak dan syaraf janin dan bayi.
Squalene :
Diambil dari ekstrak minyak hati ikan hiu Aizame atau Cenrtophorus artomarginatus yang hidup dikedalam laut 600 sampai 1000 meter. Keunikan Squalene dengan rumus kimia C30H50 merupakan zat yang mudah menghasilkan oksigen jika berikatan dengan molekul air, oleh karena itu squalene banyak diteliti sebagai pembawa oksigen yang sangat berguan bagi kesehatan manusia.

Manfaat Squalene :
# Untuk kesehatan kulit : kelembaban, infeksi jamur dan bakteri, eksim, dermatitis, kulit pecah-pecah dll

# Squalene mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen sendir tanpa harus melalui bantuan hemoglobin sehingga squalene dapat membawa langsung ke sel-sel tubuh manusia.

# Struktur molekul squalene yang unik memungkinkan squalene mengikat racun dan sudah terkenal sebagai kelator (pengikata) yang efektif untuk pertisida dan logam berat (seperti mercuri). Sangat membantu bagi orang-orang yang mempunyai gangguan hati dimana daya detoksifikasinya sudah berkurang.

Cara Pemakaian :
  • 1-2 softgel / hari untuk orang sehat sebagai nutrisi dan pencegahan
  • 3-6 softgel / hari untuk penyembuhan penyakit.

Petunjuk pemakaian dan lama penyembuhan
  • Kolesterol : 2-4 butir / hari, penyembuhan 14-30 hari
  • Trigleserida : 2-4 butir / hari, penyembuhan 14-30 hari
  • Katarak : 2-4 butir / hari, penyembuhan 2-3 bulan
  • Hipertensi : 3-4 butir / hari, penyembuhan 2-4 minggu
  • Kesemutan : 2 butir / hari, membaik 14 hari, sembuh total dalam waktu 3-6 bulan
  • Kram / Kejang : 2-4 butir / hari, membaik 14 hari, sembuh total dalam waktu 3-6 bulan
  • Stroke : 2-4 butir / hari, ada perbaikan 1-2 bulan
  • Jantung : 3-4 butir / hari, ada perubahan 1-2 bulan, jika kondisi parah 3-6 bulan.
  • Ambein / wasir : 2-4 butir / hari, ada perubahan 1 bulan, sembuh total 3-6 bulan
  • Rematik : 2-4 butir / hari, ada perubahan 2-3 bulan bila parah 3-6 bulan
  • Tumor Lemak : 2 butir / hari, ada perubahan 2-4 bulan
  • Diabetes : 3-4 butir / hari, kadar gula menurun 3-4 bulan
  • Jerawat : 2 butir / hari, ada perubahan 1-2 minggu, sembuh 1-2 bulan
  • Migrain : 2-4 butir / hari, dalam waktu 2-3 bulan gangguan berkurang 60-70%
  • Eksim / kurap : 4 butir / hari, 1 bulan apabila parah 2-3 bulan
  • Epilepsy : 4 butir / hari ada perubahan 1 bulan
  • Kanker / tumor : 4-6 butir / hari, perubahan drastic 3-4 bulan
  • Asam urat : 2-4 butir / hari, perubahan 2-3 minggu
  • Batu ginjal / empedu : 4-6 butir / hari, hancur 1-2 bulan
  • Syaraf / Parkinson : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Kepikunan : 4 butir / hari, perbahan 1-2 bulan
  • Impotensi : 4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Asma : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Prostat : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Pankreas : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Pendengaran : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Gondok / tyroid : 2-4 butir / hari, perubahan 2-4 bulan
  • Haid tidak teratur : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan
  • Narkotik & obat-obatan : 4-6 butir / hari, perubahan 2-4 minggu
  • Lemak Hati : 2-4 butir / hari, perubahan 1-2 bulan

Umumnya kita sudah tahu dan pernah melihat bahkan pernah
konsumsi minyak ikan

Apa kelebihan OmegaSqua ?
  • Kandungan Omega – 3 à 500 mg / softgel tidak kita temukan pada jenis minyak ikan yang lain
  • Plus 500 mg Squalene dan Vitamin E

Fungsi Omega – 3 (EPA & DHA) :
  • Mencegah penggumpalan trombosit sehingga tidak terjadi pengerasan pembuluh darah / penyumbatan darah (trombosis) dengan cara mengurangi kadar AA (Arachidonic Acid) yang menyebabkan Trombosinogen A2 dan B4 yang membantu proses trombosis
  • Membersihkan Pembuluh Darah
  • Memperlancar Peredaran Darah
  • Menurunkan Tekanan Darah
  • Mengatur Metabolisme dan Menurunkan Kadar Gula dalam Darah
  • Melunakkan Sel Darah Merah
  • Nutrisi untuk mata karena retina mata manusia 55% mengandung DHA
  • Menembus Pankreas dan Meningkatkan Kerja Insullin
  • Menghilangkan Lemak pada Sel (termasuk lemak hati)
  • Membentuk Sel Otak (lemak fosfor pada Otak Manusia terdiri dari 20% DHA dan DHA yang mengontrol daya ingat manusia mencapai 25% dan meningkatkan IQ
  • Menambah Kelembutan Otak Besar Dan Memperlambat Proses Penuaan
  • Mengatur Kerja Prostagladin & Hormon Tubuh
  • Melalu Gabungan Prostagladin E2 dan B4, EPA dapat mengontrol pertumbuhan Kanker Payudara, Kanker Usus Kolon, Kanker Prostagladin & sekaligus mencegah pembesaran Sel Kanker.
  • Menurunkan Kadar Kolesterol & Trigleserid (Teiglyceride)

Squalene :
Diambil dari ekstrak minyak hati ikan hiu Aizame atau Cenrtophorus artomarginatus yang hidup dikedalam laut 600 sampai 1000 meter. Keunikan Squalene dengan rumus kimia C30H50 merupakan zat yang mudah menghasilkan oksigen jika berikatan dengan molekul air, oleh karena itu squalene banyak diteliti sebagai pembawa oksigen yang sangat berguan bagi kesehatan manusia.

Manfaat Squalene :
# Untuk kesehatan kulit : kelembaban, infeksi jamur dan bakteri, eksim, dermatitis, kulit pecah-pecah dll

# Squalene mempunyai kemampuan untuk mengikat oksigen sendir tanpa harus melalui bantuan hemoglobin sehingga squalene dapat membawa langsung ke sel-sel tubuh manusia.

# Struktur molekul squalene yang unik memungkinkan squalene mengikat racun dan sudah terkenal sebagai kelator (pengikata) yang efektif untuk pertisida dan logam berat (seperti mercuri). Sangat membantu bagi orang-orang yang mempunyai gangguan hati dimana daya detoksifikasinya sudah berkurang.

Pasukan pembersih pembuluh darah
Penyebab penyumbatan pembuluh darah :
1. Kolesterol berlebihan
2. Lemak berlebihan
3. Zat pewarna
4. Zat perasa
5. Zat pengawet
6. Polusi udara
7. Insektisida

OmegaSqua menetralisir, membersihkannya dari darah dan pembuluh darah
Konsumsi OmegaSqua + Chlorophyll akan mempercepat proses penyembuhan penyakit dan memenuhi kebutuhan gizi anda setiap hari.

OmegaSqua mencegah timbulnya penyakit dan menyembuhkannya :

1. Kolesterol
2. Trigleserida
3. Hipertensi / darah Tinggi
4. Jantung Koroner
5. Otak
6. Stroke
7. Kesemutan
8. Kejang
9. Keram
10. Asam Urat
11. Rematik
12. Prostat
13. Pankreas
14. Kanker Payudara
15. Kanker Usus
16. Kanker Rahim
17. Migrain, Kanker Otak
18. Telinga berdengung
19. Penglihatan (mata)
20. Katarak
21. Diabetes
22. Syaraf
23. Parkinson
24. Epilepsi (Ayan)
25. Nakotika & obat
26. Impotensi / lemah syahwat
27. Keputihan
28. Asma
29. Batu ginjal
30. Lemak Hati
31. Tumor Lemak
32. Kista
33. Myom
34. Jerawat
35. Dermatits
36. Kurap
37. Varises
38. Sinusitis
39. Meningkatkan Daya Ingat
40. Anak anak dalam masa pertumbuhan
41. Kepikunan
42. Radang Hati, Ginjal
43. Lupus

Sangat baik dikonsumsi Anak – Anak dalam masa pertumbuhan, Ibu Hamil dan Menyusui untuk perkembangan Otak dan Syaraf Janin dan Bayi serta mencegah meningkatnya tekanan darah pada masa kehamilan yang akan berpengaruh terhadap perkembangan janin dalam kandungan.
Sebaiknya OmegaSqua dikonsumsi bersamaan dengan minum Chlorophyll


Read more!